“You understand Manunggaling Kawula Gusti ,” the Dalang whispered. “The servant and the Lord are one. You did not carve a puppet. You carved a space for the universe to enter.”
Hati-hati dengan virus dan terjemahan abal-abal. Berikut rekomendasi sumber terpercaya:
Filsafat Jawa tidak berhenti pada perenungan teoritis (semata-mata pengetahuan), melainkan sangat menekankan . Pengetahuan dalam filsafat Jawa harus berujung pada eling (sadar) dan waspodo (waspada).
Pada pandangan pertama, mempelajari filsafat kuno melalui file digital ( pdf ) terkesan kontradiktif. Bukankah Jawa lebih dekat dengan naskah lontar atau serat ?